Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengungkapkan bahwa Indonesia akan memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari. Curah hujan diprediksi akan meningkat signifikan di beberapa wilayah, termasuk Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. BMKG juga memantau tiga siklon dan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia, berpotensi menyebabkan hujan ekstrem dan gelombang tinggi.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG terus melakukan pemantauan dan langkah mitigasi, termasuk operasi modifikasi cuaca. Operasi ini bertujuan untuk mencegah awan hujan mencapai daratan Indonesia dengan menyemai bahan kimia tertentu. Modifikasi cuaca telah terbukti mampu mengurangi intensitas curah hujan dan membantu dalam mengendalikan potensi bencana meteorologi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca telah membantu mengurangi intensitas curah hujan hingga 20-50 persen. Upaya ini dianggap efektif dalam mengendalikan dan memitigasi potensi bencana yang bisa timbul akibat cuaca ekstrem. Hal ini membuktikan bahwa langkah-langkah yang diambil BMKG dapat memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas cuaca di Indonesia.


