Pakar telah mengingatkan pentingnya untuk tidak membangun infrastruktur di atas sesar aktif pemicu gempa bumi dahsyat guna mengurangi risiko korban jiwa akibat gempa yang sering terjadi di Indonesia. Indonesia terletak di pertemuan empat lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Asia, Australia, Pasifik, dan Filipina, sehingga termasuk dalam negara dengan tingkat kerawanan gempa tertinggi di dunia.
Mengingat karakteristik gempa yang tidak dapat diprediksi, strategi utama untuk mengurangi risiko korban jiwa adalah dengan menghindari membangun di atas sesar aktif. Selain itu, penting untuk tidak menantang tsunami, longsoran besar, dan likuefaksi yang berkaitan dengan daerah berpasir jenuh air. Setelah menghindari bahaya utama tersebut, baru konstruksi bangunan dapat dibuat tahan guncangan untuk menekan risiko yang ada.
Selain itu, aspek desain bangunan yang tahan gempa juga menjadi perhatian, di mana beban lateral dari gempa jauh lebih besar dibandingkan dengan beban angin atau beban lateral lainnya. Dalam desain tersebut, struktur harus mampu bertahan dan mengalami deformasi di luar batas elastisnya saat terjadi gempa besar. Hal ini diperkuat dengan penerapan konstruksi sesuai standar, pengawasan ketat, dan edukasi publik agar kerusakan fatal akibat gempa bisa ditekan semaksimal mungkin.


