Kejadian kebakaran di gedung kantor anak perusahaan Terra Drone di Jakarta Pusat menyebabkan kematian 22 orang, terdiri dari tujuh pria dan 15 wanita, yang semuanya adalah karyawan perusahaan tersebut. Terra Drone, perusahaan asal Jepang ini, telah mengonfirmasi informasi ini melalui laporan Nikkei Asia yang mengutip pernyataan resmi perusahaan. Dalam pengajuan tersebut, Terra Drone juga menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak.
Menurut pengumuman perusahaan, kebakaran tersebut, yang diduga disebabkan oleh api dari baterai, terjadi di gedung Terra Drone Indonesia di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui detail dari insiden ini, termasuk asal baterai yang menjadi sumber api. Kepolisian setempat juga menyampaikan bahwa api diduga berasal dari baterai drone yang terbakar di lantai 1 gedung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat total 76 korban, dengan 54 korban selamat dan 22 korban meninggal dunia.
Terra Drone, yang bergerak dalam bidang pengembangan drone dan perangkat lunak khusus industri, telah mengakuisisi PT Aero Geosurvey Indonesia pada 2019 dan memiliki kehadiran yang signifikan di Indonesia. Dalam laporan keuangan terbaru, Terra Drone Indonesia dilaporkan memiliki 398 karyawan. Kejadian tragis ini memberikan dampak besar baik bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar. Semoga kebenaran segera terungkap dan para korban dapat mendapatkan ketenangan.


