Friday, December 5, 2025
HomeTeknoMengapa Kenaikan Muka Laut Mengancam Kota Besar di China?

Mengapa Kenaikan Muka Laut Mengancam Kota Besar di China?

Mencemaskan, kenaikan permukaan air laut menjadi ancaman serius bagi sejumlah wilayah pesisir China seperti Shanghai dan Shenzen. Menurut studi terbaru dari tim ilmuwan yang dipimpin oleh Rutgers University, kenaikan permukaan laut saat ini terjadi lebih cepat daripada selama 4.000 tahun terakhir, membuat kota-kota pesisir China sangat rentan. Para peneliti menggunakan ribuan catatan geologis dari sumber-sumber seperti terumbu karang purba dan hutan mangrove untuk melacak fluktuasi tingkat permukaan laut selama 12.000 tahun.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature menyebutkan bahwa kenaikan permukaan laut global naik sejak 1900 dengan laju rata-rata 1,5 milimeter per tahun, yang merupakan yang tertinggi dalam empat milenium terakhir. Faktor kenaikan permukaan laut ini disebabkan oleh pemanasan global dan mencairnya gletser. Menurut Yucheng Lin, peneliti pasca-doktoral di Rutgers, laju kenaikan permukaan laut global sejak 1900 adalah yang tercepat sejak empat milenium terakhir.

Meski kenaikan permukaan laut menjadi masalah global, China menghadapi tantangan ekstra karena banyak kota besar seperti Shanghai, Shenzhen, dan Hong Kong terletak di daerah delta yang rentan terhadap penurunan muka tanah. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas manusia seperti penarikan air tanah. Diketahui bahwa Shanghai telah mengalami penurunan muka tanah lebih dari satu meter selama abad ke-20 akibat penggunaan air tanah yang berlebihan.

Meskipun risiko tenggelam tetap mengintai, ada langkah-langkah yang telah diambil oleh kota-kota seperti Shanghai untuk mengatasi penurunan tanah, seperti mengatur penggunaan air tanah dan menyuntikkan kembali air tawar ke dalam akuifer bawah tanah. Studi ini juga memberikan peta kerentanan yang berguna bagi pemerintah dan perencana kota dalam menghadapi kenaikan permukaan laut di masa depan. Pelajaran dari studi ini juga dapat diterapkan secara global, mengingat banyak kota besar di dunia seperti New York, Jakarta, dan Manila juga berpotensi terkena dampak serupa akibat kenaikan permukaan laut yang berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler