Tips Sukses Ingin Kerja di Jepang: Persyaratan & Peluang

Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh oleh warga negara Indonesia untuk bekerja di Jepang. Masing-masing jalur memiliki kelebihan dan persyaratan tersendiri. Salah satu jalur yang populer adalah Program Magang atau dikenal sebagai Technical Intern Training Program (TITP). Program ini bertujuan untuk mentransfer keterampilan, teknologi, dan pengetahuan dari Jepang ke negara-negara berkembang.
Program magang biasanya berlangsung selama 3-5 tahun dengan peserta yang berusia antara 18-30 tahun dan minimal lulusan SMA/SMK. Kemampuan dasar bahasa Jepang (minimal JLPT N4) diutamakan untuk mengikuti program ini. Program magang mencakup sektor seperti konstruksi, manufaktur, pertanian, perikanan, dan perawatan lansia.
Ada dua jalur untuk mengikuti program magang, yaitu jalur pemerintah (G to G) dan jalur swasta (Lembaga Pelatihan Kerja). Jalur pemerintah memiliki keuntungan seperti biaya yang lebih terjangkau sebagian disubsidi pemerintah, proses yang lebih terjamin dan aman, serta pembekalan dari pemerintah. Namun, persaingan untuk jalur ini cukup ketat dan kuota terbatas.
Di sisi lain, jalur swasta menawarkan proses yang lebih cepat, pilihan bidang kerja dan lokasi penempatan yang lebih beragam, serta fleksibilitas waktu pendaftaran. Namun, biaya yang dibutuhkan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan jalur pemerintah. Penting untuk memilih LPK yang terpercaya dan memiliki izin resmi untuk menghindari penipuan.
Selain Program Magang, ada juga Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik (Specified Skilled Worker – SSW) yang diperkenalkan pemerintah Jepang pada tahun 2019. Visa SSW terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2, dengan persyaratan berbeda-beda. Visa SSW tersedia untuk 14 sektor industri di Jepang dan calon pekerja harus lulus ujian keterampilan sesuai bidang yang dipilih dan ujian bahasa Jepang untuk mendapatkannya.
Satu lagi jalur untuk bekerja di Jepang adalah melalui Visa Profesional (Engineer/Specialist in Humanities/International Services) yang ditujukan untuk pekerja dengan kualifikasi tinggi. Visa ini memiliki persyaratan seperti pendidikan minimal sarjana atau memiliki pengalaman kerja setara 10 tahun di bidang yang relevan, serta kemampuan bahasa Jepang yang cukup.
Banyak orang Indonesia juga memulai karir di Jepang melalui jalur pendidikan. Tahapannya meliputi belajar bahasa Jepang, mendaftar ke sekolah bahasa Jepang, melanjutkan ke universitas atau sekolah vokasi, dan mencari pekerjaan dengan visa pencari kerja setelah lulus. Jalur ini membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar, namun memberikan kesempatan untuk mendalami bahasa dan budaya Jepang. Lulusan universitas Jepang juga lebih diprioritaskan oleh perusahaan-perusahaan Jepang.




