Rupiah kembali melemah dalam perdagangan sore ini, menyentuh level Rp 16.687 per dolar AS meskipun revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan kenaikan dari 4,7% menjadi 4,8%. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa faktor eksternal dan domestik lebih berpengaruh dalam tekanan terhadap rupiah daripada sentimen positif dari IMF. Meskipun IMF telah merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia, rupiah tetap melemah di angka Rp 16.687 dalam perdagangan sore ini. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang menyebabkan pelemahan rupiah meskipun ada indikasi positif dari lembaga keuangan dunia.


