Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan sedang aktif dalam mengakselerasi pembuatan regulasi untuk mengembangkan sistem konversi sampah menjadi tenaga listrik. Potensi konsep ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Regulasi untuk membangun ekosistem ini dipermudah pada tahap awal, di mana Danantara akan memiliki peran penting dalam mengevaluasi teknologi yang akan digunakan serta menarik minat investor. “Kami akan melibatkan Danantara dalam seleksi teknologi yang tepat karena ini adalah bidang bisnis yang menarik dan menguntungkan,” ungkap Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta. Bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dipandang memiliki potensi yang menjanjikan dan sudah menarik perhatian negara-negara seperti Jepang, China, dan Korea Selatan.


