Pada tanggal 13 Agustus 2025, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu melakukan aksi demonstrasi yang berujung ricuh, menyebabkan korban luka di antara warga dan aparat keamanan. Kuasa hukum warga, Kristoni dari LBHS Teratai, mengalami pengeroyokan oleh belasan preman dan aparat saat hendak menemui para pedemo yang diamankan di Kantor Bupati. Akibat pemukulan tersebut, Kristoni mengalami luka di wajah dan tubuhnya, bahkan disekap selama lima jam sebelum diselamatkan. Kristoni berencana melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan Komnas HAM, karena dianggap sebagai pelanggaran HAM dan tindak pidana.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait pengeroyokan dan penyekapan terhadap kuasa hukum warga dalam kerusuhan tersebut. Ribuan warga melakukan aksi protes besar-besaran terhadap kebijakan Bupati Pati Sudewo yang dinilai tidak pro rakyat dan menuntut mundurnya dari jabatannya. ini merupakan sebuah informasi yang berharga karena memberikan gambaran terkini mengenai demonstrasi yang terjadi di Pati.


