BREAKING NEWS ⚡
Home / Tekno / Bos Qualcomm Ungkap Nasib Harga HP di Tengah Kelangkaan Memori
Tekno

Bos Qualcomm Ungkap Nasib Harga HP di Tengah Kelangkaan Memori

03/10/202600:55 WIB◉ 24 views

Kenaikan harga smartphone di tengah kelangkaan memori dinilai belum memiliki kepastian kapan akan berakhir. EVP dan CMP Qualcomm Incorporated Don McGuire mengatakan, lonjakan biaya memori menjadi faktor utama yang membedakan kondisi pasar saat ini dari kenaikan harga ponsel yang biasanya terjadi setiap tahun.

Berbicara dalam Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026, Kamis (1/10), Don mengaku belum dapat memprediksi apakah harga smartphone masih akan terus meningkat. Ia berharap tekanan tersebut mulai berkurang pada akhir 2027 atau awal 2028.

Biaya memori tekan harga smartphone

Menurut Don, produsen seperti Samsung, Oppo, Xiaomi, dan perusahaan lainnya memang lazim menetapkan harga baru berdasarkan inovasi yang dibawa perangkat mereka. Peningkatan kualitas kamera, performa, daya tahan baterai, fitur, hingga penggunaan material baru dapat memengaruhi harga ponsel dari tahun ke tahun.

Namun, ia menilai situasi sekarang menjadi tidak normal karena adanya lonjakan biaya memori. Don menyebut harga komponen tersebut berpotensi meningkat hingga sekitar 10 kali lipat. Kenaikan sebesar itu kemudian memberikan dampak signifikan terhadap biaya produksi smartphone.

“Setiap produsen seperti Samsung, Oppo, Xiaomi atau perusahaan lainnya meluncurkan ponsel baru, mereka menentukan harga perangkat berdasarkan inovasi yang mereka hadirkan. Misalnya, kamera yang lebih baik, fitur yang mumpuni, performa yang lebih tinggi, daya tahan baterai yang lebih lama atau penggunaan material baru,” jelas Don.

“Itu adalah hal yang normal dan terjadi dari tahun ke tahun di beberapa pasar, yang menyebabkan kondisi saat ini menjadi tidak normal adalah biaya memori,” tambahnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut mendorong krisis atau kenaikan harga yang lebih tinggi di pasar. Dalam jangka pendek, biaya memori masih menjadi faktor yang paling menentukan harga jual ponsel, bukan hanya peningkatan teknologi yang dibawa oleh perangkat baru.

Permintaan tetap tinggi karena agentic AI

Di tengah tekanan biaya produksi, permintaan terhadap perangkat masih disebut tinggi. Don mengaitkan kondisi itu dengan peralihan industri menuju era agentic AI. Menurut dia, kebutuhan terhadap perangkat yang mendukung perkembangan tersebut membuat Qualcomm tetap berupaya menghadirkan sebanyak mungkin perangkat kepada konsumen.

“Saya tidak bisa memprediksi apakah harga akan terus meningkat. Kami berharap tidak, tetapi saya tidak bisa memprediksinya. Yang bisa saya katakan adalah kami terus melihat demand (perangkat) yang tinggi karena adanya peralihan menuju agentic AI,” ujar Don.

Ia berharap anomali harga memori pada akhirnya terkoreksi. Jika hal itu terjadi, struktur harga dan biaya produksi smartphone diyakini dapat kembali mengikuti pola yang lebih normal.

“Ketika anomali harga tersebut terkoreksi, saya pikir kita akan kembali ke kurva harga dan biaya produksi yang normal,” kata Don.

Source link