Serangan Terhadap Tectonic: Cronos Menjaga Keamanan Jaringan Blockchain

Cronos Hentikan Jaringan Blockchain Akibat Serangan Tectonic
Pada Minggu, 30 Agustus 2026, Cronos memutuskan untuk menghentikan seluruh jaringan blockchain-nya setelah mengalami serangan yang merugikan. Diketahui bahwa serangan tersebut terjadi pada platform pinjaman terbesar yang ada di dalam ekosistem Cronos, yaitu Tectonic. Total kerugian akibat serangan ini mencapai sekitar US$ 75 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun.
Ekosistem Blockchain Crypto.com
Cronos sendiri merupakan salah satu blockchain yang diluncurkan oleh Crypto.com pada tahun 2021. Blockchain ini digunakan untuk melakukan transaksi terhadap produk-produk mereka sendiri dengan biaya yang lebih rendah. Sebagai pusat ekosistemnya, token CRO dianggap sebagai token utama dalam platform Crypto.com. Salah satu aplikasi terbesar yang menggunakan blockchain Cronos adalah Tectonic.
Serangan Terhadap Tectonic
Tectonic adalah platform yang memungkinkan pengguna untuk melakukan deposit dalam bentuk kripto dan meminjam aset lain dengan kripto sebagai jaminan, mirip dengan sistem jaminan pinjaman konvensional. Namun, serangan yang terjadi memanfaatkan celah pada likuiditas aset TONIC, token resmi dari Tectonic.
Data menunjukkan bahwa seorang penyerang berhasil memanipulasi harga TONIC dengan meningkatkannya hingga 100 kali lipat dalam waktu 20 menit. Setelah itu, penyerang menyetorkan token TONIC yang ‘mahal’ ke Tectonic dan meminjam aset riil dengan token tersebut sebagai jaminan. Hal ini dimungkinkan karena faktor jaminan TONIC sebesar 20%.
Dengan nilai aset yang diakui protokol sebesar US$ 100 atau sekitar Rp 1,7 juta, pinjaman yang dapat didukung mencapai US$ 20 atau sekitar Rp 354.540.
Konsekuensi Penyerangan Terhadap Tectonic
Dampak dari serangan ini sangat besar, tidak hanya bagi Tectonic dan platform Cronos, tetapi juga bagi seluruh ekosistem blockchain Crypto.com. Keamanan dan keandalan menjadi hal yang sangat krusial dalam ekosistem blockchain, terutama ketika melibatkan transaksi keuangan sebesar ini. Serangan terhadap Tectonic menunjukkan bahwa risiko keamanan selalu ada, dan perlu tindakan pencegahan yang lebih kuat untuk melindungi blockchain dan platform terkait di masa depan.




