BREAKING NEWS
Home / Crypto / Stablecoin: Tidak Ideal sebagai Sarana Pembayaran Skala Besar?
Crypto

Stablecoin: Tidak Ideal sebagai Sarana Pembayaran Skala Besar?

30/08/202603:25 WIB◉ 39 views

Pada pandangan yang berbeda, GM Bank for International Settlements (BIS), Pablo Hernandez de Cos menilai bahwa stablecoin tidak dapat efektif digunakan sebagai alat pembayaran dalam skala besar. Sebaliknya, tokenized deposits menawarkan alternatif yang lebih menarik untuk memanfaatkan teknologi baru ini.

Stablecoin vs Tokenized Deposits

Stablecoin, yang dirancang untuk menjaga stabilitas nilainya, telah mendapat perhatian meningkat dan memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas keuangan dan pencucian uang di luar Amerika Serikat. Meskipun demikian, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mendukung penggunaan stablecoin sebagai aspek revolusi digital yang bisa memperkuat kedudukan dolar AS serta meningkatkan permintaan terhadap surat utang pemerintah AS senilai triliunan dolar.

Perbedaan Pendapat

Dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang digelar Federal Reserve AS di Wyoming, Pablo Hernandez de Cos, yang juga calon pengganti Christine Lagarde di Bank Sentral Eropa, menyatakan bahwa kedua instrumen ini dapat berjalan berdampingan. Namun, ia lebih mendorong penggunaan tokenized deposits sebagai sarana utama untuk pembayaran sehari-hari, sementara stablecoin lebih cocok digunakan untuk fungsi-fungsi yang lebih spesifik.

De Cos juga mengemukakan beberapa permasalahan terkait stablecoin, di antaranya tingginya biaya pinjaman pemerintah yang bisa terjadi. Meskipun stablecoin dapat menurunkan biaya pinjaman, namun dana yang berpindah dari lembaga keuangan tradisional bisa meningkatkan biaya pendanaan bank, sehingga berdampak pada tingginya suku bunga bagi peminjam. Selain itu, stablecoin juga bisa memecah prinsip “kesatuan” uang karena nasabah diharuskan melakukan transaksi jual-beli produk untuk berpindah antarjenis dengan biaya tambahan.

Source link