Tuesday, August 11, 2026
HomeOtomotifMobil Listrik Murah Tapi Konsumen Ragu? Ini Penyebabnya!

Mobil Listrik Murah Tapi Konsumen Ragu? Ini Penyebabnya!

Mobil Listrik di Indonesia: Harga Murah Tapi Masih Ditolak Konsumen

Pasar mobil listrik di Indonesia semakin berkembang dengan harga yang semakin kompetitif. Banyak model baru hadir dengan harga di bawah Rp300 juta, namun ternyata hal ini belum cukup untuk membuat masyarakat langsung beralih ke kendaraan listrik.

Hambatan Utama Bukan Hanya Soal Harga

Menurut ekonom Josua Pardede, survei yang dilakukannya menunjukkan bahwa hambatan terbesar adopsi mobil listrik saat ini bukan lagi terkait harga. Masyarakat lebih banyak mempertimbangkan kepastian dan kenyamanan saat menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari.

“Ketiga hambatan teratas semuanya berkaitan dengan kepastian, bukan berkaitan dengan gaya. Konsumen tidak berkata kendaraan listrik terlalu mahal. Mereka berkata mereka tidak yakin apa yang terjadi kalau nanti ada masalah di tengah perjalanan,” ujarnya.

Alasan Masyarakat Ragukan Mobil Listrik

Kekhawatiran utama masyarakat terkait mobil listrik adalah keandalan kendaraan, keterbatasan jarak tempuh, dan minimnya fasilitas pengisian daya. Namun, di sisi lain, masyarakat mulai melirik mobil listrik karena potensi penghematan biaya operasional dan dampak positifnya terhadap lingkungan.

Josua menilai bahwa pasar otomotif Indonesia sedang mencari teknologi yang paling cocok dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai jenis kendaraan elektrifikasi mulai diminati, namun masih ada porsi besar pasar yang dikuasai oleh kendaraan bermesin pembakaran internal.

Data menunjukkan bahwa mobil listrik, baik BEV, HEV, maupun PHEV, mengalami peningkatan penjualan. Meskipun begitu, belum ada satu teknologi yang benar-benar unggul untuk semua konsumen. Pilihan kendaraan sangat dipengaruhi oleh lokasi, finansial, dan kebutuhan pengguna.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler