BMKG: Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat memiliki potensi untuk menyeberang ke negara tetangga, Malaysia. Berdasarkan data, asap tersebut kemungkinan akan bergerak ke arah Sarawak dengan arah dominan ke barat laut, demikian yang tertulis dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 4-10 Agustus 2026. Situasi ini menunjukkan bahwa tidak hanya risiko karhutla yang meningkat akibat kondisi kering, namun juga potensi dampak lintas wilayah yang dapat timbul.
Kondisi Kering Meluas di Tanah Air
BMKG menyatakan bahwa kondisi kering di Indonesia diperkirakan akan berlanjut di awal bulan Agustus dan semakin meluas. Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III Juli 2026 menunjukkan bahwa sebanyak 1.657 titik pengamatan mengalami HTH Sangat Panjang selama 31-60 hari, sementara 306 titik pengamatan lainnya mengalami HTH Ekstrem Panjang lebih dari 60 hari. Wilayah-wilayah dengan kondisi HTH sangat panjang hingga ekstrem terutama tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi.
Dampak musim kemarau juga mulai terasa dengan adanya kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi, antara lain Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Citra satelit yang memantau sebaran asap menunjukkan kondisi yang semakin memprihatinkan di wilayah Kalimantan dan sekitarnya. Meski demikian, BMKG tetap menyoroti potensi hujan lebat secara lokal yang masih dapat terjadi, sebagaimana terjadi pada periode 30 Juli-2 Agustus 2026 di beberapa wilayah di Indonesia.


