BREAKING NEWS
Home / Tekno / Daftar Wilayah Puncak Musim Kemarau Agustus 2026
Tekno

Daftar Wilayah Puncak Musim Kemarau Agustus 2026

01/08/202620:45 WIB◉ 23 views

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hampir setengah wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus. Menurut BMKG, puncak musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan meliputi sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia. Kemudian, puncak kemarau akan terjadi pada bulan September dengan cakupan sekitar 25,41 persen wilayah daratan.

Daftar Wilayah yang Memasuki Puncak Musim Kemarau

Hingga pertengahan Juli 2026, sekitar 54,5 persen dari luas daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau. Di sisi lain, sekitar 11,8 persen masih mengalami musim hujan dan sekitar 33,7 persen berada di wilayah bertipe satu musim.

Berikut daftar wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan September:

Agustus

– Sumatra bagian tengah
– Sebagian besar Jawa
– Bali
– Nusa Tenggara Barat
– Sebagian Nusa Tenggara Timur
– Sebagian besar Kalimantan
– Sebagian Sulawesi
– Sebagian Maluku dan Maluku Utara
– Sebagian besar Pulau Papua

September

– Kepulauan Bangka Belitung
– Sebagian besar Sumatra Selatan
– Lampung
– Sebagian kecil Jawa
– Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
– Kalimantan bagian selatan
– Sebagian besar Sulawesi
– Sebagian besar Maluku Utara
– Sebagian Maluku
– Papua Pegunungan bagian tengah

BMKG juga mengimbau sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan karena risiko kekeringan, kebakaran hutan, dan lahan yang tinggi selama puncak kemarau. Wilayah yang berisiko tinggi termasuk Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.

Hingga 29 Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 5.019 titik panas dengan titik panas terbanyak di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau. Partikulat asap karhutla juga telah terdeteksi di Kalimantan Barat.

Musim Kemarau Lebih Panjang dan Intens

Lebih lanjut, sebagian besar wilayah diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal. Sebanyak 48,77 persen luas daratan Indonesia diprediksi akan menghadapi musim kemarau dengan durasi yang lebih panjang. Curah hujan kategori tinggi diperkirakan baru akan muncul secara bertahap pada Oktober hingga November 2026.

Suhu permukaan laut di Samudra Hindia saat ini tercatat -0,387, menunjukkan peluang signifikan munculnya IOD positif pada periode mendatang. BMKG memprediksi fenomena El Nino akan berlangsung hingga awal kuartal pertama 2027 dengan intensitas yang berpotensi melampaui kategori kuat.

Source link