Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS dan Turunnya Inflasi
Harga emas dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis, seiring dengan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan inflasi sesuai dengan perkiraan. Para pelaku pasar juga mulai mengurangi harapan terhadap kenaikan suku bunga setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh tidak memberikan gambaran jelas mengenai prospek inflasi dan kebijakan moneter AS.
Harga Emas Naik di Pasar Spot dan Berjangka
Menurut laporan CNBC, harga emas di pasar spot naik sebesar 1,1% menjadi US$ 4.109,94 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus menguat 1,9% menjadi US$ 4.108,30 per ons.
Dolar AS mengalami penurunan sebesar 0,9% seiring dengan penguatan yen Jepang. Pasar juga tengah memperhatikan kemungkinan intervensi otoritas Jepang untuk mendukung yen yang sebelumnya mengalami tekanan.
Sentimen Positif bagi Emas
Pelemahan dolar AS umumnya dianggap sebagai sentimen positif bagi harga emas. Pasalnya, emas yang diperdagangkan dengan menggunakan dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Meskipun terjadi penurunan inflasi, kondisi ini diprediksi hanya bersifat sementara. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah berpotensi mendorong harga minyak kembali naik dan memberikan tekanan terhadap inflasi.
Data PCE terlihat sedikit lebih baik dari perkiraan pasar. Saat ini, kondisi inflasi cenderung stabil namun pasar minyak terus menjadi sorotan,” ungkap Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek.


