Bank BSN Salurkan Pembiayaan KPR Subsidi Rp 850 Miliar untuk 5.100 Nasabah
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memberikan dukungan yang kuat terhadap program perumahan nasional dengan menyalurkan pembiayaan KPR subsidi untuk sekitar 5.100 nasabah dengan total senilai Rp 850 miliar. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memberikan akses lebih luas kepada masyarakat agar dapat memiliki hunian yang layak melalui pembiayaan syariah.
Akad Massal dan Dukungan Penuh Bank BSN
Pelaksanaan akad massal dilakukan melalui 37 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu Bank BSN di seluruh Indonesia. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden RI, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, perbankan, pengembang, serta masyarakat penerima manfaat. Tiga cabang utama Bank BSN di Banda Aceh, Malang, dan Solo juga turut terlibat dalam acara tersebut secara daring.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa momentum akad massal merupakan langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui sistem pembiayaan syariah. Menurutnya, angka 5.100 nasabah yang mendapatkan pembiayaan bukan hanya sekedar nomor, melainkan mencerminkan kesempatan bagi keluarga Indonesia untuk hidup lebih sejahtera.
Komitmen Bank BSN untuk Memperluas Akses Pembiayaan Rumah
Alex menekankan bahwa pembiayaan KPR subsidi dari Bank BSN terbuka untuk berbagai kalangan, termasuk pekerja formal, pekerja informal, dan pelaku usaha mikro dan kecil. Bagi Bank BSN, memiliki rumah haruslah menjadi hak yang bisa diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Hingga bulan Juli 2026, Bank BSN telah berhasil menyalurkan sekitar 33.000 unit KPR subsidi. Dengan target mencapai 69.636 unit hingga akhir tahun 2026, Bank BSN menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. Saat ini, Bank BSN menguasai sekitar 24% pangsa pasar penyaluran KPR subsidi nasional.
Melalui kolaborasi dengan ribuan pengembang dan notaris di seluruh Indonesia, Bank BSN berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan rumah, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan bahwa proses kepemilikan rumah menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.


