Perkembangan menarik terjadi di pasar logam mulia, di mana harga emas dunia mengalami kenaikan pada perdagangan baru-baru ini setelah AS dan Iran memutuskan untuk menghentikan sementara konflik yang terjadi. Meskipun hal ini menyebabkan harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan, namun kekhawatiran akan inflasi dapat mereda.
Harga Emas Menguat
Menurut laporan CNBC, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,9% menjadi US$ 4.087,59 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga menguat sebesar 0,5% ke posisi US$ 4.090 per ounce. Faktor lain yang ikut mendukung penguatan harga emas adalah pelemahan dolar AS, di mana indeks dolar AS mengalami penurunan sebesar 0,1%. Hal ini membuat harga emas dalam mata uang lain menjadi lebih terjangkau bagi para pembeli.
Penurunan Harga Minyak
Sebaliknya, harga minyak mentah turun sekitar 6% dan mencapai level terendah dalam seminggu. Hal ini terjadi setelah AS dan Iran sepakat untuk menghentikan sementara serangan yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Keputusan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian diplomatik yang dapat mengurangi ketegangan antara kedua negara dan memungkinkan jalur pelayaran di Selat Hormuz untuk kembali normal.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menyatakan bahwa penurunan harga minyak menjadi faktor penggerak kondisi pasar saat ini. Dengan harga minyak turun dari level di atas US$ 100 per barel menjadi sekitar US$ 90, para investor mulai memperhitungkan kemungkinan adanya penurunan suku bunga untuk merespons situasi pasar yang tidak menentu.


