Tuesday, August 11, 2026
HomeTeknoDigempur Konten AI: Nasib Konten Kreator Manusia

Digempur Konten AI: Nasib Konten Kreator Manusia

Adam Mosseri: Konten AI Membuat Kreator Manusia Semakin Bernilai

Jakarta, CNN Indonesia — Di tengah kekhawatiran industri kreator terhadap lonjakan konten AI, Kepala Instagram Adam Mosseri menyatakan bahwa hal ini justru bisa membuat kreator manusia semakin bernilai. Dalam sebuah podcast dengan Lenny Rachitsky, Mosseri menyampaikan bahwa di dunia yang dipenuhi konten sintetis, orang justru akan lebih menghargai kreativitas, autentisitas, dan sosok manusia.

Investasi Instagram pada Kreator

Mosseri, yang menjabat Kepala Instagram di bawah Meta sejak 2018, menjelaskan bahwa platformnya telah lama berinvestasi pada para kreator. Menurutnya, pengguna Instagram peduli dengan sosok di balik konten, bukan hanya kontennya. Instagram sebagai platform selalu menekankan pentingnya sosok kreator, sudut pandang unik, dan alasan mereka membagikan konten tersebut.

Menurut Mosseri, hal-hal tersebut akan semakin bernilai di tengah banyaknya konten yang dihasilkan oleh AI. Pernyataan ini muncul di saat industri kreator sedang menghadapi tantangan influencer AI, model virtual, dan video sintetis yang semakin menjamur.

AI dan Nilai Konten Manusia

Sejumlah kreator khawatir teknologi AI akan mengancam mata pencaharian mereka karena eksperimen merek dengan sosok digital yang tidak memerlukan bayaran. Namun, Mosseri yakin bahwa AI pada akhirnya akan meningkatkan nilai konten manusia yang otentik, meskipun ada tantangan yang harus dihadapi.

Di sisi lain, Mosseri melihat AI sebagai faktor pendorong positif bagi Instagram. Meski demikian, ia menyadari bahwa hal ini juga membawa tantangan tersendiri. Ia menekankan bahwa Instagram seharusnya membantu pengguna memahami jenis konten yang mereka konsumsi, bukan membatasi konten AI itu sendiri.

Mosseri menilai bahwa kualitas konten seharusnya dinilai dari isi dan sosok di baliknya, bukan dari alat yang digunakan untuk membuatnya. Ia berpendapat bahwa Instagram ke depan harus lebih baik dalam membedakan konten AI yang berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler