BREAKING NEWS
Home / Berita / Kepemimpinan NU: Tradisi Keulamaan vs Tantangan Modernitas
Berita

Kepemimpinan NU: Tradisi Keulamaan vs Tantangan Modernitas

12/07/202609:05 WIB◉ 25 views

Kepemimpinan NU di Tengah Dinamika Baru

NU merupakan organisasi yang memiliki karakter kepemimpinan yang khas, berbeda dengan pola kepemimpinan modern. Kepemimpinan NU dibangun di atas tradisi keulamaan yang berakar pada otoritas keilmuan, sanad keilmuan, akhlak, dan legitimasi sosial di tengah masyarakat. Perkembangan NU menghadapi dinamika baru dari modernisasi, demokratisasi, globalisasi, dan revolusi digital yang menuntut organisasi ini untuk tetap relevan dalam kehidupan sosial-politik Indonesia.

Menjaga Kohesi dan Legitimasi Melalui Otoritas Keilmuan

Menurut Greg Fealy, kekuatan utama NU terletak pada jaringan ulama pesantren yang mampu membangun hubungan emosional dengan masyarakat melalui otoritas keagamaan. Kepemimpinan ulama dalam NU tidak hanya bergantung pada struktur formal organisasi, tetapi juga pada pengakuan sosial yang tumbuh dari kapasitas keilmuan, integritas moral, dan pengabdian kepada umat. Legitimasi kepemimpinan dalam NU lebih bersifat kultural daripada administratif.

Modal Simbolik dan Otoritas Sosial Kiai

Otoritas sosial dalam NU tidak hanya didasarkan pada kekuasaan formal, tetapi juga pada modal simbolik yang diakui dan dilegitimasi oleh komunitas. Penghormatan kepada para kiai menjadi bentuk pengakuan atas modal simbolik tersebut, yang menjaga kohesi organisasi, memperkuat legitimasi kepemimpinan, dan meredam potensi konflik internal dalam NU.

Source link