Buku Harian Voldemort: Kisah Nyata Dalam Dunia AI

Buku Harian Voldemort Dapat Berbicara dengan AI, Proyek Unik Penggemar Harry Potter
Bagi penggemar Harry Potter, Maxime Rivest, seorang developer asal Kanada, telah menciptakan proyek unik yang menghidupkan salah satu benda paling ikonik di dunia sihir. Ia berhasil mengubah reMarkable Paper Pro menjadi buku harian Voldemort yang bisa diajak berbincang menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Interaksi Seperti di Harry Potter and the Chamber of Secrets
Fitur yang diberi nama Riddle ini diciptakan agar pengguna merasakan sensasi adegan di Harry Potter and the Chamber of Secrets. Pengguna hanya perlu menulis pesan menggunakan stylus, kemudian tulisan tersebut akan perlahan menghilang sebelum balasan muncul dalam bentuk tulisan tangan animasi yang menyerupai tulisan Tom Riddle.
Yang menarik, seluruh proses interaksi ini dilakukan tanpa tampilan chat, keyboard, atau antarmuka modern seperti aplikasi AI pada umumnya. Rivest sengaja mempertahankan pengalaman menulis di atas kertas agar interaksi terasa lebih alami dan seolah-olah pengguna benar-benar sedang berbicara dengan buku harian ajaib.
Proses Transformasi Tulisan Menjadi Pesan dari Buku Harian
Di balik efek yang ajaib tersebut, tulisan tangan pengguna pertama-tama diubah menjadi gambar PNG. Gambar tersebut kemudian dikirim ke model AI yang mendukung input gambar, lalu jawabannya dikembalikan ke layar E Ink dalam bentuk animasi tulisan tangan.
Banyak Pilihan Model AI yang Dapat Digunakan
Menurut informasi yang dipublikasikan di halaman GitHub proyek Riddle, fitur ini dapat digunakan dengan berbagai model AI seperti OpenAI, OpenRouter, Groq API, atau server lokal yang mendukung input gambar. Pengguna dapat memilih layanan AI sesuai dengan keinginan mereka.
Sayangnya, untuk saat ini, Riddle masih membutuhkan langkah-langkah instalasi yang cukup teknis. Fitur ini hanya dapat digunakan pada reMarkable Paper Pro yang telah masuk dalam developer mode, menggunakan launcher khusus, dan baru diuji pada reMarkable OS versi 3.26 hingga 3.27.
Rivest juga memberikan peringatan bahwa modifikasi sistem perangkat secara langsung menggunakan akses root bisa menimbulkan risiko fitur tidak berjalan dengan baik di perangkat atau versi sistem lain. Oleh karena itu, pengguna diharapkan bertanggung jawab dalam melakukan proses instalasi.
Demo yang diunggah oleh Rivest langsung menarik perhatian komunitas. Banyak pengguna yang terkesan dengan efek yang diciptakan dan menganggapnya seperti sihir. Bahkan, ada harapan agar reMarkable menjadikan konsep serupa sebagai fitur resmi di generasi perangkat selanjutnya.
Menariknya, Riddle bukanlah satu-satunya proyek yang sedang dikerjakan oleh Rivest. Ia juga sedang mengembangkan Marauder’s Map, fitur interaktif lain yang terinspirasi dari dunia Harry Potter. Rivest menyebutkan bahwa proyek ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut.




