Sunday, July 19, 2026
HomeTeknoPenyebab Cuaca Dingin di Indonesia 2026: Fenomena Aphelion?

Penyebab Cuaca Dingin di Indonesia 2026: Fenomena Aphelion?







Artikel Terkait Fenomena Aphelion 2026 yang Membuat Cuaca Lebih Dingin di Beberapa Wilayah

Fenomena Aphelion 2026: Cuaca Lebih Dingin Bukan karena Jarak Bumi-Matahari

Jakarta, CNN Indonesia — Fenomena Bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari atau aphelion merupakan fenomena tahunan yang kerap dikaitkan dengan cuaca dingin. Namun, sebenarnya cuaca dingin yang terjadi tidak langsung disebabkan oleh aphelion, melainkan oleh kondisi musim yang sedang berlangsung.

Aphelion di Tahun 2026 pada 6 Juli

Fenomena aphelion tahun ini terjadi pada 6 Juli. Istilah aphelion berasal dari bahasa Yunani kuno, yang terdiri dari “apo” yang berarti jauh dan “helios” yang berarti Matahari.

Penjelasan oleh BMKG

Bulan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa aphelion adalah fenomena astronomis yang terjadi sekali dalam setahun, biasanya pada bulan Juli. Meskipun pada saat aphelion, posisi Matahari berada pada titik terjauh dari Bumi, namun hal ini tidak berpengaruh signifikan terhadap fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan Bumi.

Menurut BMKG, suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasanya terjadi selama bulan-bulan puncak musim kemarau, khususnya sekitar Juli hingga September. Saat periode ini, wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) berada dalam musim kemarau yang ditandai dengan pergerakan angin dari arah timur-tenggara, berhembus dari Benua Australia.

Pengaruh Monsun Dingin Australia

Periode musim dingin di Australia membuat tekanan udara relatif tinggi di wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia, dikenal sebagai Monsun Dingin Australia. Angin ini melintasi perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut lebih dingin, sehingga memengaruhi suhu udara di beberapa wilayah Indonesia, terutama di sebelah selatan khatulistiwa menjadi lebih dingin.

Hal lain yang berpengaruh terhadap suhu dingin adalah berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Karena tidak ada uap air yang menahan panas, energi radiasi yang dilepaskan oleh Bumi pada malam hari tidak diserap oleh atmosfer. Langit bersih juga membuat panas radiasi langsung dilepas ke atmosfer luar, membuat udara terasa lebih dingin terutama saat malam dan pagi hari.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini adalah hal yang biasa terjadi setiap tahun dan dapat menyebabkan embun es di beberapa wilayah seperti Dieng dan dataran tinggi lainnya. Cuaca dingin saat ini bukanlah karena aphelion, melainkan karena kondisi musim dan pergerakan angin dari Australia yang membawa udara dingin ke wilayah Indonesia.


Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler