Pangkas Suku Bunga The Fed Mungkin Meningkatkan Harga Emas

Pada perdagangan Jumat, harga logam mulia selain emas juga mengalami kenaikan yang signifikan. Harga perak spot naik 2,9% menjadi US$ 62,77 per ons dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan sebesar 6,7%. Sementara kontrak berjangka perak untuk pengiriman Agustus juga mengalami kenaikan sekitar 3,5%.
Di sisi lain, harga platinum menguat sebesar 2,8% menjadi US$ 1.660,10 per ons, sedangkan harga palladium naik sekitar 1% mencapai US$ 1.280,09 per ons.
Optimisme Analis Terhadap Harga Emas
Dalam riset yang dirilis pada Jumat, analis dari OCBC menyampaikan bahwa mereka menjadi lebih optimis terhadap prospek harga emas. Hal ini dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis dan ternyata lebih lemah dari perkiraan.
“Data nonfarm payrolls yang lebih lemah dari perkiraan membantu mengurangi risiko sikap agresif (hawkish) The Fed. Dalam jangka pendek, kami mengubah pandangan dari berhati-hati menjadi optimistis secara terukur. Harga emas berpeluang melanjutkan pemulihan apabila data ekonomi Amerika Serikat berikutnya terus menekan imbal hasil riil dan dolar AS,” tulis analis OCBC.
Peringatan dari OCBC
Meskipun demikian, OCBC juga memberikan peringatan kepada para investor agar tidak terlalu cepat bereuforia. Mereka menekankan bahwa tingkat pengangguran yang masih stabil, sikap kebijakan The Fed yang cenderung hawkish, dan risiko inflasi yang masih ada menuntut para investor tetap waspada.
“Dengan tingkat pengangguran yang masih stabil, pernyataan pejabat The Fed yang tetap bernada hawkish, serta risiko inflasi yang masih tinggi, investor tetap perlu bersikap hati-hati dalam jangka pendek,” lanjut analis OCBC.
Sumber: Liputan6




