Kanselir Jerman Friedrich Merz Memperkenalkan Paket Reformasi Ekonomi
Pada Kamis, 2 Juli 2026, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan mitra koalisi pemerintahannya memperkenalkan paket reformasi menyeluruh. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kondisi ekonomi Jerman yang lesu ke jalur yang lebih baik. Salah satu poin utamanya adalah pemangkasan pajak, terutama untuk keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.
Langkah Reformasi yang Ditetapkan
Di antara 34 langkah reformasi yang diumumkan, selain pemotongan pajak, terdapat juga perombakan sistem pensiun yang sudah lama berjalan. Tidak hanya itu, aturan terkait cuti sakit karyawan akan diperketat dan birokrasi yang menghambat pertumbuhan di Jerman akan dikurangi. Semua reformasi ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi Jerman dan memastikan kehidupan yang lebih baik bagi warganya di masa depan.
“Reformasi ini memiliki tujuan tunggal yakni mengarahkan Jerman ke masa depan yang lebih cerah. Dengan melakukan ini, kita sedang memperkuat fondasi kita untuk kehidupan baru yang akan datang,” ujar Kanselir Merz.
Tantangan Ekonomi Jerman
Ekonomi Jerman mengalami pertumbuhan yang moderat setelah dua tahun mengalami kontraksi berturut-turut. Pada tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 0,5%, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk dampak perang di Iran. Selain itu, negara dengan populasi 83,5 juta jiwa ini juga menghadapi persaingan ketat dari perusahaan-perusahaan China, beban energi yang tinggi akibat peristiwa di Ukraina, serta tarif dan ancaman perdagangan dari AS.
Jerman juga dihadapkan pada masalah struktural seperti biaya produksi yang tinggi, keterlambatan investasi swasta, dan meningkatnya beban sistem kesehatan dan pensiun seiring dengan penuaan populasi.


