Sunday, July 19, 2026
HomeCryptoStrategi Investasi Aman saat Harga Bitcoin Stagnan

Strategi Investasi Aman saat Harga Bitcoin Stagnan

Harga Bitcoin Terus Melemah: Investor Khawatir, Aset Alternatif Jadi Pilihan?

Isu penurunan harga Bitcoin telah menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Pasalnya, setelah hampir sembilan bulan mengalami tren negatif, optimisme investor mulai luntur. Para pemilik Bitcoin jangka panjang pun turut merasakan dampak dari situasi ini.

Indikator Teknikal Menunjukkan Tren Negatif

Menurut laporan dari CNBC pada Kamis (2/7/2026), meskipun koreksi harga Bitcoin sudah cukup dalam, berbagai indikator teknikal seperti Exponential Moving Average (EMA), Weighted Moving Average (WMA), Moving Average Convergence Divergence (MACD), dan Directional Movement Index (DMI) masih menunjukkan sinyal negatif yang mengarah pada penurunan harga.

Jika dilihat dari sejarahnya, penurunan harga Bitcoin kali ini sebenarnya belum sebesar siklus sebelumnya. Dalam lima periode koreksi terbesar, empat di antaranya mengalami penurunan lebih dari 80%. Jika pola yang sama terulang, maka harga Bitcoin berpotensi turun hingga mendekati kisaran US$ 22.000.

Tekanan Terhadap Bitcoin dan Aset Lainnya

Di samping itu, tekanan terhadap Bitcoin juga dipengaruhi oleh melemahnya beberapa aset yang selama ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Misalnya, harga emas dan perak baru-baru ini turun di bawah rata-rata pergerakan jangka panjangnya.

Sementara itu, di kelompok logam industri, tembaga masih relatif stabil namun aluminium justru turun di bawah rata-rata pergerakan 200 harinya. Hal ini menunjukkan adanya pelemahan sentimen terhadap komoditas secara menyeluruh.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler