SBI Holdings Kuasai Bitbank dengan Akuisisi Rp 4,9 Triliun
SBI Holdings terus memperluas bisnis aset digitalnya dengan memperkuat posisinya dalam industri kripto Jepang. Dengan mempertegas strategi ekspansinya, perusahaan ini kini telah resmi mengakuisisi Bitbank dengan nilai mencapai Rp 4,9 triliun.
Perluasan Bisnis Aset Digital
Langkah SBI Holdings mengakuisisi Bitbank merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk terus berkembang dalam layanan aset digital. Sudah tidak diragukan lagi, SBI Holdings telah membuktikan diri dengan beragam layanan seperti perdagangan aset kripto, stablecoin, hingga layanan keuangan berbasis teknologi blockchain.
Selain SBI Holdings, sejumlah perusahaan sekuritas terbesar di Jepang juga ikut meramaikan pasar aset kripto. Perusahaan seperti SBI Securities dan Rakuten Securities mulai membuka akses investasi aset kripto melalui rekening investasi konvensional. Bahkan, produk investasi berbasis kripto tengah disiapkan untuk menarik minat investor.
Minat Investor Institusi dan Potensi Pertumbuhan
Minat investor institusi terhadap aset digital semakin meningkat. Terbaru, dana pensiun korporasi di Jepang bahkan mulai mengalokasikan sekitar 1 persen portofolionya ke aset kripto pada tahun fiskal 2026. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar di pasar aset digital Jepang.
Memang, meskipun akuisisi Bitbank diharapkan dapat menguatkan bisnis aset kripto SBI Holdings, namun dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan pada tahun buku yang berakhir pada 31 Maret 2027 hanya terbatas.
Dengan akuisisi Bitbank, SBI Holdings kini diuntungkan dengan aset dalam pengelolaan mencapai ¥ 1,1 triliun dan hampir 3 juta akun pengguna. Hal ini semakin menegaskan posisi SBI Holdings sebagai salah satu pemain utama dalam industri aset digital Jepang.


