Sespimti Polri Dikreg ke-35: Meningkatkan Kepemimpinan Digital
Sebuah upaya revolusioner dilakukan oleh Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 dengan memperkenalkan pola pendidikan kepemimpinan digital berbasis data. Langkah ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pemimpin strategis Polri yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan keamanan masa depan.
Motto “CERDAS” sebagai Pedoman
Mulai dari tanggal 20 Januari 2026, Sespimti Dikreg ke-35 resmi dimulai dengan mengusung motto “CERDAS”, yang merupakan akronim dari Cekatan, Etis, Responsif, Dedikatif, Akuntabel, dan Strategis. Sejumlah 57 peserta didik dari berbagai lembaga seperti Polri, TNI, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan turut serta dalam program pendidikan ini.
Salah satu poin penting dari program ini adalah pembentukan calon jenderal dan pimpinan nasional yang tanggap terhadap dinamika era digital. Hal ini dipertegas melalui Seminar Sekolah yang diadakan di Gedung Oetaryo Sespimti Lemdiklat Polri, dengan tujuan mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan nasional.
Kepekaan Sosial dan Kemanusiaan
Selain fokus pada pembelajaran kepemimpinan tingkat tinggi, para peserta juga didorong untuk memiliki kepekaan sosial melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mereka terlibat dalam program bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon, Kabupaten Bandung Barat. Aksi mulia ini melibatkan renovasi rumah pasangan lansia yang sebelumnya tidak layak huni.
Dalam kurun waktu 13 hari, rumah berbahan bilik bambu yang sudah berdiri sejak 1983 berhasil direnovasi menjadi hunian permanen yang lebih aman dan nyaman. Kepekaan sosial para peserta juga tercermin saat mereka memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana tanah longsor di wilayah Cisarua, Desa Pasirlangu, Bandung Barat.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-35, Kombes Yudhis Wibisana, yang menyampaikan harapannya agar upaya kemanusiaan ini dapat meringankan beban saudara-saudara yang terdampak bencana.


