Persaingan Merek Mobil China di Indonesia Berubah Drastis
Persaingan merek mobil asal China di Indonesia mengalami perubahan yang drastis dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dari sebelumnya dominasi Wuling tanpa pesaing, kini sejumlah merek baru mampu mencatat penjualan tinggi yang bahkan melampaui pertumbuhan merek yang telah lebih dulu hadir di Tanah Air.
Pasar Mobil Indonesia Diprediksi Kembali Tembus 1 Juta Unit
Berdasarkan data retail sales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang dihimpun oleh VIVA Otomotif hingga Mei 2026, Wuling masih mendominasi sebagai merek mobil China dengan akumulasi penjualan terbesar sejak memulai operasi di Indonesia. Namun, jika dilihat dari rata-rata penjualan per tahun sejak resmi berjualan, posisi teratas justru dipegang oleh BYD.
Wuling yang mulai beroperasi sejak tahun 2017 telah mencatatkan akumulasi retail sales sekitar 114 ribu unit hingga Mei 2026. Sementara itu, BYD yang baru memulai penjualan pada 2024, sudah mencapai akumulasi retail sales sekitar 57 ribu unit hingga Mei 2026.
Pernah Jadi Ikon EV Indonesia, Begini Nasib Wuling Air EV Sekarang
Dari data tersebut, terlihat bahwa rata-rata penjualan BYD mencapai sekitar 28 ribu unit per tahun, mengungguli Wuling yang berada di kisaran 12 ribu hingga 13 ribu unit per tahun sejak 2017. BYD pun menjadi merek mobil China dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.
Fenomena serupa juga terjadi pada merek Jaecoo yang baru hadir di Indonesia pada 2025 dengan penjualan sekitar 5.400 unit hingga Mei 2026.
Daftar Mobil China Buatan Indonesia 2026
Sementara itu, Chery yang kembali masuk ke pasar Indonesia pada 2022 telah mencatatkan retail sales sekitar 34 ribu unit hingga Mei 2026. Di sisi lain, Geely yang kembali hadir pada 2025 menunjukkan perkembangan positif dengan penjualan sekitar 4.700 unit hingga Mei 2026.
Dilansir dari VIVA Otomotif pada Kamis (25/6/2026), MG yang beroperasi sejak 2020 telah mengoleksi sekitar 17 ribu unit retail sales hingga Mei 2026, sementara DFSK yang telah hadir sejak 2018 mencatatkan akumulasi sekitar 9 ribu unit penjualan. Kedua merek ini tumbuh lebih bertahap dibandingkan dengan merek-merek baru yang lebih fokus pada kendaraan listrik.


