Masyarakat Diharapkan Turut Memilah Sampah: Langkah Reformasi Pengelolaan Sampah Nasional
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyerukan agar masyarakat ikut serta dalam pemilahan sampah mulai dari rumah. Langkah ini dianggap sebagai bagian penting dari reformasi pengelolaan sampah nasional.
Reformasi Pengelolaan Sampah
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa target penyelesaian masalah sampah direncanakan hingga tahun 2029. Namun, ia juga menekankan bahwa upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata, meskipun proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) telah dilaksanakan.
Menurut Zulkifli, pemerintah tengah melakukan reformasi besar dalam pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas waste to energy. Hal ini disampaikan saat Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Peran Masyarakat
Zulkifli juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam gerakan pemilahan sampah mulai dari rumah. Dia menekankan bahwa sampah organik dapat dijadikan pupuk, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi.
Sebanyak 3 lokasi PSEL akan segera dilakukan groundbreaking, diikuti oleh 12 lokasi lain yang sedang diproses oleh Danantara untuk memasuki tahap pemilihan mitra dengan target beroperasi pada 2028.
Dengan kolaborasi antara pemerintah yang membangun fasilitas pengolahan sampah dan masyarakat yang mengubah kebiasaan dalam pemilahan sampah di rumah, Zulkifli yakin sekitar 80 persen permasalahan sampah dapat terselesaikan pada tahun 2029 mendatang.
Upaya percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah, pengelolaan kawasan terkelola, serta gerakan pemilahan sampah rumah tangga diharapkan dapat membawa Indonesia menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.


