Harga Bitcoin Mendekati Rp 1,14 Miliar, Sentimen Negosiasi AS-Iran Jadi Pendorong
Harga bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian dengan pergerakan di dekat level US$ 64.000 atau sekitar Rp 1,14 miliar pada Minggu malam.
Berdasarkan data dari coinmarkecap.com, terjadi kenaikan harga sebesar 0,43% dalam 24 jam terakhir. Meskipun selama seminggu terakhir, harga bitcoin mengalami penurunan sebesar 0,76%, namun saat ini berada di posisi US$ 63.961 atau sekitar Rp 1,13 miliar.
Sentimen Negosiasi AS-Iran Mempengaruhi Harga Bitcoin
Pergerakan harga bitcoin kali ini didorong oleh sentimen negosiasi antara AS dan Iran. Pasalnya, mulai muncul pembicaraan tentang gencatan senjata yang dapat mengurangi ketegangan geopolitik yang berpotensi mempengaruhi pasar kripto.
Seperti yang diungkapkan Coindesk, harga bitcoin naik 0,9% menjadi sekitar US$ 64.200 dalam 24 jam terakhir. Namun, dalam satu minggu terakhir, bitcoin cenderung stagnan setelah sempat turun di bawah US$ 63.000 sebelumnya.
Catatan Kenaikan dan Penurunan di Pasar Kripto
Selain bitcoin, ether juga mengalami kenaikan sebesar 0,5% dan menguat 3,3% dalam seminggu menjadi sekitar US$ 1.734 atau sekitar Rp 30,89 juta. Sementara Solana dan Tron juga mengalami kenaikan masing-masing 1,5% dan 1,2%. Namun, Dogecoin mengalami penurunan sebesar 4,9% selama seminggu terakhir.
Meskipun demikian, secara keseluruhan, harga bitcoin tidak mengalami pergerakan signifikan selama pekan ini. Setelah menguat akibat kesepakatan Iran sebelumnya, harga cenderung turun pada Jumat lalu dan kembali stabil hingga akhir pekan.
Fokus pasar juga telah beralih ke Swiss, di mana perwakilan dari AS dan Iran dijadwalkan mulai membahas gencatan senjata permanen. Hal ini mengikuti nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden Donald Trump pekan lalu yang memberikan batas waktu 60 hari yang dapat diperpanjang.


