Sunday, July 19, 2026
HomeTeknoPenemuan Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim

Penemuan Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim

Terumbu Karang Bukan Semua di Ambang Kepunahan

Jakarta, CNN Indonesia — Bukan semua terumbu karang berada di ambang kepunahan. Di tengah ancaman pemanasan global yang terus meningkat, para ilmuwan menemukan secercah harapan bagi ekosistem laut yang selama ini dianggap paling rentan terhadap perubahan iklim.

Sebuah penelitian terbaru mengidentifikasi hampir 166 ribu kilometer persegi terumbu karang di berbagai belahan dunia yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan pulih dari dampak krisis iklim. Luas wilayah tersebut setara dengan hampir tiga kali perkiraan sebelumnya mengenai kawasan terumbu karang yang dinilai memiliki ketahanan alami terhadap perubahan lingkungan.

Harapan Bagi Masa Depan Lautan

Temuan ini menjadi kabar baik bagi masa depan lautan. Terumbu karang diketahui menopang sekitar seperempat kehidupan laut dunia, sekaligus menjadi sumber pangan, perlindungan pesisir, dan mata pencaharian bagi jutaan orang.

Sejumlah ilmuwan bahkan memperingatkan bahwa sebagian terumbu karang dapat mengalami kerusakan permanen jika pemanasan global tidak segera ditekan. Penelitian dilakukan dengan menganalisis sekitar 45 ribu survei terumbu karang yang dikombinasikan dengan data iklim dan kondisi laut selama puluhan tahun.

Perlindungan Terumbu Karang yang Tahan Terhadap Perubahan Iklim

Hasilnya, para peneliti berhasil memetakan kawasan-kawasan terumbu karang yang relatif lebih tangguh menghadapi perubahan iklim. Wilayah-wilayah tersebut tersebar di 71 negara dan lebih dari 100 teritori, termasuk di kawasan Karibia serta beberapa bagian Samudra Pasifik dan Atlantik yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi sebagai habitat karang yang resilien.

Direktur konservasi karang Wildlife Conservation Society (WCS), Emily Darling, mengatakan terumbu karang selama ini sering dipandang sebagai ekosistem yang tidak lagi dapat diselamatkan. Menurut dia, hasil penelitian tersebut dapat menjadi panduan penting bagi pemerintah di berbagai negara dalam menentukan prioritas perlindungan laut.

Saat ini banyak negara tengah menyusun strategi guna mencapai target konservasi global yang dikenal sebagai ’30 by 30′, yakni melindungi 30 persen wilayah daratan dan lautan pada akhir dekade ini. Data terbaru mengenai lokasi terumbu karang yang tahan terhadap perubahan iklim diyakini akan membantu proses perencanaan tersebut.

Dalam beberapa kasus, ketika terumbu karang sudah berada di bawah ambang fungsi ekosistem tertentu, mungkin diperlukan pendekatan triase. Artinya, sumber daya yang tersedia perlu difokuskan pada lokasi yang memiliki peluang bertahan lebih besar.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler