Monday, August 10, 2026
HomeOtomotifKelebihan dan Kelemahan Beralih dari Pertamax ke Pertalite

Kelebihan dan Kelemahan Beralih dari Pertamax ke Pertalite


Kenaikan Harga Pertamax Dorong Pengguna Motor Beralih ke Pertalite

Jakarta, 11 Juni 2026 – Kenaikan harga Pertamax membuat banyak pengguna sepeda motor mulai melirik Pertalite sebagai alternatif yang lebih murah. Dengan selisih harga yang kini mencapai ribuan rupiah per liter, penghematan yang ditawarkan memang terlihat menggiurkan.

Tekan Dampak Naiknya Harga Pertamax

Peningkatan harga Pertamax memang mendorong sebagian pengguna motor untuk beralih ke Pertalite. Namun, sebelum memutuskan pindah BBM, ada satu hal penting yang perlu diperhitungkan. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin motor bisa berdampak buruk.

Dari data terbaru, harga Pertamax mencapai Rp16.250 per liter, sedangkan Pertalite dijual Rp10.000 per liter. Selisih harga yang signifikan ini membuat pengguna motor bisa menghemat pengeluaran sehari-hari dalam operasional kendaraan.

Konsumsi Bahan Bakar Menentukan Penghematan

Sebagai contoh, bagi pengguna motor dengan jarak tempuh 40 kilometer per hari, penggunaan Pertalite bisa menghasilkan penghematan yang cukup besar. Dengan perhitungan rata-rata konsumsi bahan bakar, pengguna Pertalite bisa menghemat hingga Rp187.500 per bulan atau lebih dari Rp2 juta setahun.

Meskipun potensi penghematan tersebut menarik, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin bisa menimbulkan masalah. Motor dengan rekomendasi menggunakan Pertamax mungkin akan mengalami performa menurun jika dipaksa menggunakan Pertalite.

Di sisi lain, gejala kerusakan mesin akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai bisa jauh lebih mahal untuk diperbaiki daripada penghematan yang didapat dari beralih ke Pertalite di SPBU.

Endapan karbon, kekotoran busi, dan perluasan komponen mesin akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai bisa menjadi biaya tambahan yang harus ditanggung oleh pemilik kendaraan.

Biaya perawatan seperti carbon cleaning atau injector cleaning di bengkel umumnya cukup besar. Jika masalah tersebut dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, pemilik kendaraan bisa menghadapi biaya perbaikan yang jauh lebih mahal pada sistem pembakaran mesin kendaraan.


Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler