Harga Bitcoin Anjlok Mendekati US$ 70.000 karena Ketegangan AS-Iran
Pada Senin malam, 1 Juni 2026, harga bitcoin (BTC) turun mendekati US$ 70.000 atau sekitar Rp 1,24 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta penjualan BTC oleh Strategy yang memengaruhi aset berisiko lainnya.
Harga Kripto Lainnya Turun
Menurut the block, bitcoin mengalami penurunan 4,2% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 70.587 atau sekitar Rp 1,25 miliar. Begitu pula dengan kripto-kripto utama lainnya, Ethereum turun 1,1% menjadi US$ 1.986 atau sekitar Rp 35,44 juta, BNB terpangkas 2,4%, XRP melemah 3,8%, dan Solana turun 2,8%.
Pada Selasa, 2 Juni 2026, pukul 13.52 WIB, harga bitcoin masih berada di posisi US$ 70.191 atau sekitar Rp 1,25 miliar setelah mengalami penurunan sebesar 3,97% dalam 24 jam terakhir.
Kondisi Geopolitik Mempengaruhi Pasar
Dominick John, Analis Zeus Research, menyatakan bahwa ketegangan antara AS-Iran turut mempengaruhi penurunan harga kripto. Iran menangguhkan negosiasi dengan AS sebagai respons atas serangan militer Israel di Lebanon, yang memicu ketidakpastian geopolitik.
Presiden AS Donald Trump sama-sama terlibat dalam adu mulut dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait rencana Israel. Meskipun Trump mengklaim bahwa pembicaraan masih berlangsung, sentimen pasar tetap terpengaruh oleh kondisi tersebut.
Penjualan Bitcoin oleh Strategy
Selain faktor geopolitik, penjualan 32 BTC oleh Strategy dengan harga sekitar US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 44,6 miliar juga ikut membebani sentimen pasar. Strategy menjual bitcoin tersebut dengan harga rata-rata US$ 77.135 atau sekitar Rp 1,37 miliar per bitcoin antara 26 Mei dan 31 Mei.
Jeff Mai, COO BTSE, menyatakan bahwa meskipun jumlah bitcoin yang dijual oleh Strategy tidak signifikan, hal tersebut memberikan sinyal kepada pasar bahwa perusahaan perbendaharaan bitcoin sekelas Strategy pun turut terpengaruh oleh penurunan harga kripto.


