Sunday, June 7, 2026
HomeTeknoKetika Manusia Nekat: Dampak Tragis seperti Masha and The Bear

Ketika Manusia Nekat: Dampak Tragis seperti Masha and The Bear

Beruang dan Manusia: Antara Realitas dan Fiksi

Jakarta, CNN Indonesia — Serial animasi populer asal Rusia, Masha and the Bear, telah sukses menyuguhkan gambaran kehangatan antara seorang anak perempuan dan seekor beruang cokelat Kamchatka. Namun, jauh di balik layar kaca, dunia sains menyimpan fakta pahit mengenai interaksi manusia dengan predator puncak Bumi.

Fakta Dibalik Pertemanan Lintas Spesies

Ahli ekologi dan perilaku satwa liar menegaskan bahwa konsep ‘pertemanan’ antara manusia dan beruang hanya ada dalam dunia fiksi. Beruang tidak memiliki kemampuan emosional untuk membentuk ikatan persahabatan dengan manusia berdasarkan kasih sayang.

Menurut Oded Berger-Tal, seorang profesor ekologi, interaksi antara beruang dan manusia seringkali didasari oleh asosiasi makanan. Beruang melihat manusia sebagai sumber makanan, bukan teman. Mereka tidak bisa dipercaya sepenuhnya karena naluri liar mereka tetap tak terduga.

Ketidakpastian di Alam Liar

Banyak kasus fatal terjadi akibat kesalahan persepsi manusia terhadap perilaku beruang. Kisah tragis Timothy Treadwell, yang percaya dirinya memiliki ikatan khusus dengan beruang grizzly di Alaska, berakhir dengan kematiannya dan pasangannya dimangsa oleh binatang yang mereka coba lindungi.

Proses habituasi manusia terhadap beruang juga berdampak buruk pada satwa itu sendiri. Ketika manusia membuat beruang terbiasa mendekati perkemahan atau digunakan sebagai objek foto, hal tersebut membahayakan keberlangsungan hidup beruang tersebut.

Meskipun ada pengecualian jika beruang dibesarkan oleh manusia dari kecil di penangkaran, ahli lain tetap memperingatkan bahwa insting predator beruang tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Risiko keamanan tetap ada meskipun ada ikatan emosional yang kuat.

Dalam konteks ini, Gordon M. Burghardt, seorang profesor psikologi dan biologi ekologi, menunjukkan bahwa risiko serangan dari hewan piaraan seperti anjing sebenarnya lebih tinggi secara statistik dibandingkan beruang penangkaran jika tidak dirawat dengan benar.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler