Sunday, June 7, 2026
HomeEkonomiHarga Biji Kakao Naik Terkait Penutupan Selat Hormuz

Harga Biji Kakao Naik Terkait Penutupan Selat Hormuz

Harga Referensi Biji Kakao Naik Tajam

Di bulan Juni 2026, harga referensi (HR) biji kakao naik signifikan menjadi US$ 3.832,17 atau sekitar Rp 68,30 juta per Metrik Ton (MT). Kenaikan sebesar 17,24% ini mencapai US$ 563,48 atau sekitar Rp 10,03 juta. Penyebab utama dari lonjakan harga biji kakao ini adalah ditutupnya Selat Hormuz yang berpengaruh pada biaya logistik secara keseluruhan.

Kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE)

Di tengah lonjakan HR biji kakao, harga patokan ekspor (HPE) biji kakao juga meningkat. Pada Juni 2026, HPE biji kakao mencapai US$ 3.511 atau sekitar Rp 62,58 juta per MT. Kenaikan sebesar US$ 549 atau sekitar Rp 9,78 juta ini menunjukkan peningkatan sebesar 18,53% dari periode sebelumnya.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyatakan bahwa kenaikan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain ditutupnya Selat Hormuz yang menyebabkan lonjakan biaya logistik, penurunan suplai dari Nigeria juga turut mendorong harga biji kakao naik.

Penetapan Biaya Kemas dan Pengepakan (BK) serta Pajak Ekspor (PE)

Penetapan BK biji kakao untuk periode Juni 2026 merujuk pada kebijakan tertentu dengan besaran 7,5 persen. Sementara itu, besaran PE biji kakao pada periode yang sama juga ditetapkan sebesar 7,5 persen.

Kementerian Perdagangan juga mencatat bahwa harga patokan ekspor (HPE) untuk produk kulit serta beberapa jenis kayu olahan tidak mengalami perubahan pada periode Juni 2026 dibanding periode sebelumnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler