Bos JPMorgan Jamie Dimon Kritik Industri Kripto
CEO JPMorgan, Jamie Dimon, mengirimkan pesan tajam kepada industri kripto. Menurutnya, para pelaku industri harus siap untuk mematuhi regulasi layaknya sektor perbankan jika ingin menikmati manfaatnya.
Dalam wawancara dengan Maria Bartiromo dari Fox Business, Dimon mengatakan, “Jika Anda ingin menjadi bank, jadilah bank.” Ia menegaskan bahwa platform seperti Coinbase harus tunduk pada persyaratan modal, aturan likuiditas, dan pengawasan regulasi yang sama seperti bank.
Kritik terhadap Clarity Act
Dimon juga secara tegas menunjukkan ketidakpuasannya terhadap Clarity Act, sebuah rancangan undang-undang yang membahas struktur pasar aset digital. Salah satu ketidakpuasan utamanya adalah terkait kemampuan platform kripto untuk membayar bunga atas saldo stablecoin.
Rancangan undang-undang tersebut memicu kekhawatiran Dimon karena dianggap tidak memberikan perlindungan yang memadai terkait anti pencucian uang (AML), Undang-Undang Kerahasiaan Bank (BSA), atau prosedur Kenali Pelanggan Anda (KYC) yang merupakan standar dalam sektor perbankan.
Menurut Dimon, RUU Clarity tidak memberikan cukup perlindungan hukum yang dibutuhkan. Hal ini membuat bank-bank enggan menerima kebijakan yang tidak sesuai dengan standar regulasi yang ada.
Dimon menyoroti kesenjangan antara tuntutan kepatuhan regulasi bagi industri kripto dengan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab yang harus diemban oleh para pelaku industri. Menurutnya, keadilan dan kesetaraan dalam hal regulasi adalah hal yang tak boleh ditawar.


