Permintaan Bitcoin Turun ke Level Terendah, Harga Tetap Stabil
Permintaan utama Bitcoin (BTC) turun ke level terendah sejak Desember 2025, menciptakan kekhawatiran di pasar kripto. Meskipun harga telah tetap stabil dalam beberapa minggu terakhir, indikator menunjukkan adanya tekanan jual yang signifikan.
Permintaan Bitcoin Menurun Tajam
Seperti dilaporkan oleh Yahoo Finance pada Kamis kemarin, metrik permintaan 30 hari CryptoQuant menunjukkan penurunan hingga minus 147.000 BTC. Angka ini merupakan yang terendah sejak akhir tahun lalu, mencerminkan ketidakpastian yang terus menerus dalam pasar kripto.
Indikator tersebut membandingkan pasokan penambang baru dan koin lama yang kembali beredar dengan jumlah Bitcoin yang diserap oleh pasar. Saat angka menjadi negatif, artinya lebih banyak koin yang masuk ke pasar daripada yang diserap oleh pembeli, menciptakan tekanan jual yang signifikan.
Tekanan Jual Meningkat
Meskipun Bitcoin berhasil pulih dari posisi terendahnya pada bulan Februari, di mana harganya mencapai US$ 60.000, permintaan yang terus menurun menimbulkan kekhawatiran baru. Harga saat ini berada di sekitar US$ 77.000, tetapi kelemahan permintaan membuat para analis khawatir tentang kemungkinan penurunan lebih lanjut.
Analisis terbaru menunjukkan bahwa pasar bergantung pada pembelian spot baru untuk mendorong harga lebih tinggi. Namun, dengan permintaan yang lemah, Bitcoin tetap terjebak di kisaran harga saat ini.
Para ahli percaya bahwa jika permintaan terus menurun, harga Bitcoin bisa turun hingga US$ 70.000, menciptakan tantangan besar bagi para investor dan pedagang kripto. Tetapi, tidak ada yang bisa memprediksi dengan pasti pergerakan harga kripto, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan.


