Cara Arab Saudi Mencegah Panas Ekstrem Selama Musim Haji
Jakarta, CNN Indonesia — Sekitar 1,5 juta jemaah haji berkumpul di Mekkah untuk melakukan ibadah haji di tengah suhu musim panas yang melonjak. Arab Saudi mengambil langkah-langkah khusus agar para jemaah tetap terlindungi dari sengatan panas ekstrem.
Infrastruktur Penyelamat dari Panas Ekstrem
Arab Saudi telah membangun infrastruktur pendingin dan peneduh berskala besar untuk melindungi jemaah haji dari suhu panas yang tinggi. Hal ini juga membantu memperlancar pergerakan para jemaah di tanah suci selama ibadah haji.
Proyek Peneduh dan Perlindungan
Selama beberapa tahun terakhir, Arab Saudi meluaskan proyek-proyek peneduh di sepanjang jalur peziarah yang padat. Mereka memasang kanopi modern untuk melindungi jemaah dari sinar matahari langsung dan membantu meredakan kelelahan fisik selama perjalanan.
Arab Saudi juga menggunakan bahan paving reflektif yang lebih sedikit menyerap panas dibandingkan permukaan konvensional. Hal ini membantu menurunkan suhu tanah pada siang hari, mengurangi risiko panas yang berlebihan.
Area istirahat tambahan disediakan di berbagai zona yang ramai, memungkinkan jemaah haji untuk beristirahat, mendinginkan diri, dan mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Penyemprotan Kabut dan Tutupan Vegetasi
Selain peneduh fisik, Arab Saudi menggunakan sistem penyemprotan kabut bertekanan tinggi dan meningkatkan tutupan vegetasi di daerah-daerah padat. Ini bertujuan untuk menurunkan suhu udara dan meningkatkan kualitas udara di sekitar jemaah.
Arab Saudi mempersiapkan diri dengan baik menghadapi musim haji tahun ini yang dipengaruhi oleh meningkatnya suhu di kawasan tersebut. Langkah-langkah tersebut diambil setelah peringatan dari para ahli cuaca mengenai cuaca panas saat musim haji.


