Harga Minyak dan Gas di Eropa Diprediksi Tinggi Hingga 2027
Menurut perkiraan, harga minyak dan gas di Eropa akan tetap tinggi hingga akhir tahun 2027. Dampak dari hal ini juga akan berdampak pada harga barang lainnya serta kenaikan inflasi yang diprediksi terjadi pada tahun 2026.
Komisaris Ekonomi Uni Eropa, Valdis Dombrovskis, menyatakan bahwa kenaikan harga energi akan mendorong inflasi mencapai 3,1% pada tahun 2026 dan 2,4% pada 2027. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang hanya sebesar 1,9%.
Proyeksi Inflasi dan Langkah ECB
Dombrovskis mengungkapkan bahwa inflasi energi yang meningkat secara bertahap akan berdampak pada sektor ekonomi secara keseluruhan. Hal ini disampaikan setelah pertemuan menteri keuangan dari 21 negara anggota zona euro yang membentuk Eurogroup.
Sementara itu, Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, menyatakan bahwa bahkan jika konflik di Timur Tengah berakhir, efeknya akan tetap mempertahankan harga barang pada level yang tinggi. Lagarde menegaskan bahwa ECB akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga guna mencapai target inflasi sebesar 2%.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Eurogroup, Kyriakos Pierrakakis, memperkirakan pertumbuhan ekonomi zona euro sebesar 0,9% pada tahun ini dan 1,2% pada tahun 2027. Meskipun angka tersebut lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, Pierrakakis menekankan bahwa masih jauh dari skenario resesi.
Meskipun proyeksi inflasi yang lebih tinggi mendorong dugaan kenaikan suku bunga ECB, Lagarde belum memberikan indikasi pasti mengenai langkah yang akan diambil oleh bank sentral. Lagarde memastikan bahwa ECB akan terus mengikuti data untuk menentukan kebijakan moneter yang sesuai guna mencapai target inflasi 2%.


