Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyoroti proyek pengembangan garam nasional di Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, NTT. Dengan kebutuhan garam mencapai 5 juta ton per tahun, produksi dalam negeri masih belum mencukupi sepenuhnya.
Rencana Strategis Gibran
Gibran Rakabuming Raka menilai pengembangan garam di Rote Ndao memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, yang juga menjadi fokus dari Presiden. K-SIGN diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.
Selain itu, Wapres menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan tersebut agar manfaat ekonominya dapat segera dirasakan oleh masyarakat sekitar. Bukan hanya sekadar proyek di atas kertas, tetapi lebih kepada efek nyata yang dirasakan oleh warga sekitar.
Visi Pemerintah dan Target Produksi
Proyek ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan swasembada komoditas strategis nasional. Dengan menargetkan produksi garam dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan daya saing nasional.


