China Siap Kirim Astronot untuk Misi Bersejarah
Jakarta, CNN Indonesia — China akan mengirim seorang astronot ke stasiun ruang angkasanya pada Minggu (24/5) untuk menjalani misi selama satu tahun, yang merupakan rekor terlama bagi mereka. Misi ini bertujuan untuk studi fisiologi manusia bertahan jangka panjang di luar antariksa seiring upaya China dalam misi pendaratan manusia di bulan pada 2030.
Peluncuran menggunakan Pesawat Shenzhou-23
China berencana meluncurkan pesawat Shenzhou-23 pada pukul 23:08 (1508 GMT) atau 22.08 WIB dengan menggunakan roket pembawa Long March-2F Y23 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China. Astronot yang terdiri dari Li Jiaying, Zhu Yangzhu, dan Zhang Yuanzhi akan menjalani misi ini, di mana salah satunya akan tinggal di stasiun Tiangong selama setahun.
Perlombaan Antariksa dan Eksplorasi Bulan
Perjalanan astronot China selama setahun dianggap sebagai misi terlama sejauh ini. China, bersama dengan Amerika Serikat, sedang bersaing dalam perlombaan eksplorasi bulan. Sementara AS berencana mendaratkan astronot di bulan pada tahun 2028, China mengejar target 2030.
Pada bulan April, empat astronot NASA meluncur dalam misi Artemis II untuk melakukan perjalanan bersejarah mengelilingi bulan. Sedangkan SpaceX juga melakukan uji terbang tanpa awak dengan roket Starship beberapa waktu lalu. Selain itu, China sendiri telah mengambil sampel bulan dari sisi jauh dengan keberhasilan pada Juni 2024.
Eksperimen Berbagai Aspek Kehidupan di Luar Angkasa
Selama misi Shenzhou-23 yang panjang, para ilmuwan akan mempelajari efek fisiologis paparan radiasi, kehilangan kepadatan tulang, dan stres psikologis yang dialami astronot di luar angkasa. Selain itu, China juga tengah melakukan eksperimen “embrio buatan” manusia pertama di dunia di luar angkasa dalam rangka memahami tempat tinggal jangka panjang serta reproduksi manusia di luar angkasa.
Misi ini menjadi langkah besar China dalam persiapannya menuju misi pendaratan manusia di bulan pada 2030 dan pembangunan pangkalan permanen di bulan pada 2035 bersama Rusia.
Sumber: CNN Indonesia


