Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan Komisi XI DPR RI pada Selasa (31/8) sebagai bagian dari Rapat Kerja Kemajuan Ekonomi dan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (KEM-PPKF) yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, beserta jajaran. Purbaya Yudhi Sadewa, selaku Menteri Keuangan, mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam acara tersebut menjadi titik sejarah penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Misi Penting dari Presiden Prabowo
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Presiden Prabowo hadir untuk menyampaikan misi-misi penting terkait dengan pembangunan ekonomi Indonesia di tengah tantangan yang dihadapi. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan DPR dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi yang sedang dihadapi saat ini.
Kendala yang Diatasi
Salah satu kendala utama yang disoroti oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya adalah terkait dengan dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian. Beliau menekankan perlunya langkah-langkah strategis dan kolaboratif untuk memulihkan ekonomi nasional dan menjaga ketahanan pangan serta keuangan negara.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya investasi dalam sektor pertanian dan peternakan untuk meningkatkan kemandirian pangan Indonesia serta menciptakan lapangan kerja baru. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat stabilitas ekonomi dan menciptakan kebijakan yang pro-rakyat.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa kesempatan untuk mendengarkan langsung arahan dan visi dari Presiden Prabowo merupakan suatu hal yang luar biasa dan memberikan semangat baru bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.


