Belum Ada WNI Jadi Korban Penembakan di Masjid San Diego
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden penembakan di depan Masjid Islamic Center of San Diego (ICSD), California, Amerika Serikat, pada Senin, 18 Mei 2026.
Penanganan Insiden Penembakan
Heni Hamidah menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri telah menerima informasi mengenai insiden tersebut melalui KJRI Los Angeles. Saat ini, San Diego Police Department (SDPD) masih dalam proses penyelidikan terhadap motif penembakan yang menewaskan tiga orang tersebut.
KJRI Los Angeles juga belum menerima laporan adanya WNI yang terlibat atau menjadi korban dalam insiden tragis tersebut. Kemlu RI terus memantau perkembangan situasi dan penanganan insiden oleh otoritas setempat.
Pelaku Penembakan
Diketahui bahwa pelaku penembakan di depan Islamic Center of San Diego adalah dua remaja berusia 17 tahun dan 19 tahun. Mereka menembakkan senjata pada Senin siang waktu setempat, yang menyebabkan tiga orang tewas di luar masjid, termasuk seorang petugas keamanan.
Demi keamanan dan ketertiban, penegakan hukum terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis ini. Semoga keberanian dan kegigihan otoritas setempat dapat membawa keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.
Sumber: Okezone


