NASA Kembangkan Prosesor AI untuk Pesawat Antariksa 500 Kali Lebih Cepat
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA, tengah mengembangkan prosesor komputer canggih yang siap untuk kecerdasan buatan. Tujuannya adalah agar pesawat antariksa masa depan memiliki kemampuan untuk berpikir secara mandiri.
Prosesor Canggih untuk Masa Depan Antariksa
Prosesor ini dilaporkan memiliki kinerja sekitar 500 kali lipat lebih tinggi dari prosesor tahan radiasi yang saat ini digunakan di pesawat antariksa. Pengembangan prosesor ini merupakan bagian dari proyek High Performance Spaceflight Computing untuk meningkatkan kemampuan komputasi pesawat antariksa dalam misi eksplorasi.
NASA berharap teknologi ini akan mengubah cara pesawat antariksa beroperasi di ruang angkasa, terutama dalam misi yang jauh dari Bumi. Saat ini, pesawat antariksa bergantung pada prosesor lama yang tidak cukup untuk misi generasi berikutnya, sehingga diperlukan prosesor yang lebih canggih.
Hasil Awal Pengujian yang Menjanjikan
Selain memiliki performa yang tinggi, prosesor ini juga harus bisa tahan terhadap radiasi, guncangan, dan perubahan suhu yang ekstrim di luar angkasa. NASA telah melakukan sejumlah pengujian di Jet Propulsion Laboratory (JPL) di California Selatan, yang menunjukkan bahwa prosesor ini dapat beroperasi dengan kinerja 500 kali lebih tinggi dibandingkan prosesor saat ini.
Prosesor ini dikenal sebagai system-on-a-chip (SoC) yang menggabungkan berbagai komponen komputer ke dalam satu perangkat kompak. Teknologi ini diharapkan dapat membuat pesawat antariksa otonom bereaksi secara real-time terhadap situasi tak terduga di luar angkasa.


