Friday, June 12, 2026
HomeTeknoAsal dan Proses Uranium Menjadi Bahan Bakar Nuklir

Asal dan Proses Uranium Menjadi Bahan Bakar Nuklir

Iran Setuju Pindahkan Uranium: Apa yang Terjadi?

Uranium: Sumber Daya Strategis

Selama perang antara Iran dan Amerika Serikat, uranium menjadi sorotan dunia. Teheran yang disebut setuju mengurangi dan memindahkan uranium yang sudah diperkaya ke negara ketiga sebagai respon terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik.

Syarat Ketat dari Iran

Iran menyetujui proposal tersebut namun dengan syarat ketat. Mereka menuntut jaminan bahwa uranium yang dipindahkan akan dikembalikan jika pembicaraan gagal. Teheran juga menolak pembongkaran fasilitas nuklir.

Menurut sumber yang mengetahui isu ini, Iran telah memberikan tanggapan terhadap proposal AS namun tanpa memberikan rincian secara langsung.

Dari Mana Asal Uranium?

Sumber daya uranium berasal dari kerak bumi, di mana bijih uranium ditemukan. Proses tambang uranium kemudian dilakukan untuk mengubahnya menjadi bahan yang dapat diperkaya untuk keperluan nuklir, baik secara damai maupun destruktif. Beberapa negara, seperti Australia, Kanada, Kazakhstan, Namibia, dan Rusia, menjadi kontributor terbesar pasokan uranium global.

Uranium sendiri terdiri dari dua isotop utama: uranium-235 (U-235) dan uranium-238 (U-238). U-235 menjadi krusial karena kemampuannya untuk mengalami fisi nuklir, sementara U-238 lebih berat dan tidak reaktif. Oleh karena itu, proses pengayaan uranium diperlukan sebelum digunakan untuk tujuan nuklir.

Proses Pengayaan Uranium

Pengayaan uranium umumnya dilakukan melalui proses sentrifugasi gas. Uranium diubah menjadi bentuk gas, lalu dimasukkan ke dalam sentrifugasi untuk memisahkan isotop U-235 dari U-238 berdasarkan perbedaan beratnya.

Terdapat dua tingkatan pengayaan uranium utama: uranium yang diperkaya rendah (LEU) dengan kadar U-235 di bawah 20 persen, dan uranium yang sangat diperkaya (HEU) dengan kadar U-235 20 persen atau lebih. HEU umumnya digunakan untuk kepentingan militer, sementara LEU digunakan untuk reaktor listrik dan tujuan non-militer lainnya.

Pengayaan uranium hingga tingkat senjata (minimal 90 persen) memungkinkan produksi hulu ledak nuklir yang efisien. Negara yang mampu memperkaya uranium hingga tingkat tersebut dapat mempersiapkan senjata nuklir dalam waktu singkat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler