BNB Chain Melakukan Studi Kesiapan Blockchain Menghadapi Komputasi Kuantum
BNB Chain telah memulai penelitian terbaru untuk mengkaji kesiapan jaringan blockchain dalam menghadapi ancaman komputasi kuantum. Fokus riset ini adalah pada migrasi sistem kriptografi di BNB Smart Chain (BSC). Dilansir dari Chainwire, BNB Chain sedang mengevaluasi kemungkinan mengganti sistem kriptografi blockchain konvensional dengan teknologi yang lebih tahan terhadap serangan komputer kuantum.
Metode Pengujian yang Digunakan
BNB Chain telah menguji sejumlah metode, antara lain tanda tangan transaksi ML-DSA-44 dan mekanisme agregasi pqSTARK untuk proses konsensus validator. Meskipun komputer kuantum saat ini belum cukup kuat untuk membobol sistem kriptografi blockchain yang digunakan secara luas, BNB Chain tetap menganggap langkah antisipasi sangat penting untuk menjaga keamanan jaringan dalam jangka panjang.
Riset yang dilakukan mencakup berbagai aspek inti di ekosistem BSC, mulai dari skema tanda tangan transaksi pasca-kuantum, sistem agregasi validator, alur verifikasi transaksi, penyimpanan kunci publik, hingga performa jaringan lintas wilayah ketika beban data meningkat.
Hasil Pengujian dan Implikasinya
Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi pasca-kuantum sebenarnya sudah dapat diterapkan secara teknis. Namun, terdapat konsekuensi besar terhadap efisiensi jaringan. Ukuran transaksi meningkat secara signifikan, demikian pula dengan ukuran blok. Hal ini berdampak pada penurunan kemampuan pemrosesan transaksi per detik (TPS) dari sebelumnya.
Penurunan performa jaringan ini diyakini lebih disebabkan oleh pembengkakan ukuran data transaksi dan blok, yang pada akhirnya memperberat beban propagasi jaringan antarwilayah.


