Sunday, June 7, 2026
HomeLifestylePerubahan Industri Pariwisata Asia Pasifik: Indonesia Peluang Besar

Perubahan Industri Pariwisata Asia Pasifik: Indonesia Peluang Besar

Industri Pariwisata Asia Pasifik Berubah Total, Indonesia Disebut Punya Peluang Besar

Kamis, 14 Mei 2026 – Tren pariwisata global saat ini tengah mengalami perubahan besar. Di masa lalu, keberhasilan destinasi pariwisata diukur dari jumlah wisatawan yang datang. Namun, kini fokusnya mulai bergeser ke kemampuan membaca perilaku traveler modern yang terus berubah.

Perubahan Paradigma dalam Industri Pariwisata

Pembahasan mengenai perubahan besar dalam dunia pariwisata menjadi sorotan utama dalam PATA Annual Summit 2026 yang baru-baru ini diselenggarakan di Kota Gyeongju dan Pohang, Korea Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 550 delegasi dari 35 destinasi di kawasan Asia Pasifik, termasuk perwakilan Indonesia.

Ardiyansyah Djafar dari PATA Indonesia Chapter, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengamati bahwa industri pariwisata kini memasuki era baru yang lebih kompetitif dan dinamis. Menurut Ardiyansyah, masa depan pariwisata di Asia Pasifik tidak lagi bergantung pada jumlah wisatawan yang datang, melainkan pada kemampuan membaca perubahan perilaku wisatawan.

Tantangan dan Peluang bagi Indonesia

PATA memproyeksikan bahwa jumlah kedatangan wisatawan internasional di Asia Pasifik mencapai 761,2 juta pada tahun 2028. Sebagian besar perjalanan wisata di kawasan Asia Pasifik diperkirakan berasal dari perjalanan antar negara di wilayah tersebut. Perubahan ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Bagi Indonesia, tren ini dianggap sebagai peluang sekaligus tantangan yang besar. Dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 15,39 juta selama tahun 2025, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dalam industri pariwisata. Namun, tantangannya kini adalah bagaimana menghadirkan pengalaman wisata yang autentik, digital-ready, berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tinggi bagi wisatawan asing maupun domestik.

Ardiyansyah menekankan bahwa wisata berbasis pengalaman, budaya lokal, keberlanjutan, dan konektivitas digital akan menjadi faktor penentu dalam menarik minat wisatawan di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler