Kesalahan Umum dalam Perawatan Motor Baru yang Harus Dihindari
Jakarta, VIVA – Menjadi pemilik motor baru tentu merupakan kebanggaan tersendiri. Namun, banyak dari kita yang tanpa disadari melakukan kesalahan perawatan pada masa awal kepemilikan motor baru. Hal ini dapat berdampak buruk pada kondisi mesin pada masa mendatang, meskipun motor tergolong baru.
Motor Curian dari Indonesia Telah Menyusup ke Pasar Luar Negeri
Perawatan pada periode awal penggunaan sangat penting untuk menjaga umur mesin agar tetap panjang dan performa motor tetap optimal. Beberapa kesalahan yang sering terjadi setelah membeli motor baru antara lain:
-
Jarang Ganti Oli Mesin
Kesalahan paling umum adalah menunda penggantian oli. Oli bawaan pabrik sebaiknya diganti sesuai jadwal karena selama masa awal penggunaan akan muncul serpihan halus dari proses penyesuaian komponen mesin.
-
Mesin Langsung Dipaksa Kerja Berat
Motor baru memerlukan masa penyesuaian atau break-in. Hindari memacu motor dengan kecepatan tinggi atau membawa beban berlebihan dalam beberapa ratus kilometer pertama.
-
Memanaskan Motor Terlalu Lama
Pemanasan motor tidak perlu dilakukan terlalu lama, cukup sekitar 30 detik hingga 2 menit agar oli bersirkulasi. Kebiasaan membiarkan motor menyala terlalu lama dapat membuat mesin cepat rusak.
-
Sering Kehabisan Bensin
Tangki bensin yang sering kosong dapat memengaruhi performa sistem bahan bakar motor, terutama pada motor injeksi. Pastikan tangki bensin tidak terlalu sering kosong.
-
Abaikan Tekanan Angin Ban
Pastikan selalu memeriksa dan mengisi tekanan angin ban secara rutin. Tekanan angin ban yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kontrol dan kenyamanan berkendara.
Jaga kendaraan baru Anda dengan baik agar umur mesin dapat tetap optimal dan performanya tetap baik dalam jangka waktu yang panjang.


