Angkatan Kerja Indonesia pada Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data terbaru mengenai angkatan kerja Indonesia pada bulan Februari 2026. Dari jumlah penduduk bekerja sebanyak 147,67 juta orang, terdapat 7,24 juta orang yang menganggur. Namun, fakta menarik yang terungkap adalah sekitar 7 persen dari 140,43 juta orang yang bekerja termasuk dalam kategori setengah penganggur.
Tren Angkatan Kerja
Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, terjadi penambahan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 1,896 juta orang, sementara jumlah pengangguran mengalami penurangan sekitar 35 ribu orang.
Secara definisi, bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau keuntungan, setidaknya selama 1 jam dalam seminggu terakhir.
Klasifikasi Penduduk Bekerja
Penduduk bekerja dapat dibedakan berdasarkan jam kerja, yakni pekerja penuh dan pekerja tidak penuh. Pekerja penuh adalah yang bekerja minimal 35 jam per pekan, termasuk yang sedang tidak bekerja. Sedangkan pekerja tidak penuh terdiri dari setengah penganggur dan pekerja paruh waktu.
Setengah penganggur merujuk pada penduduk bekerja dengan jam kerja di bawah standar normal dan masih aktif mencari pekerjaan tambahan. Pada Februari 2026, tingkat setengah pengangguran mencapai 7,27 persen.
Berdasarkan data BPS, terjadi penurunan tingkat setengah pengangguran dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada bulan yang sama di tahun 2025, penurunan mencapai 0,74 persen poin, dan jika dibandingkan dengan Februari 2024, penurunan mencapai 1,26 persen poin.
Secara spesifik, tingkat setengah pengangguran laki-laki pada Februari 2026 sebesar 7,60 persen, sementara perempuan sebesar 6,76 persen. Terjadi penurunan tingkat setengah pengangguran baik pada laki-laki maupun perempuan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


