Realme dan OnePlus, dua brand smartphone yang sebelumnya berdiri sendiri, kini dikabarkan akan digabungkan ke dalam satu unit bisnis baru. Langkah ini diambil untuk menyederhanakan dan memperkuat kerjasama antara kedua brand yang berada di bawah naungan BBK Group.
Unit Bisnis Baru
Unit bisnis baru ini disebut sebagai “sub-series business unit” yang akan dipimpin oleh CEO Realme, Sky Li. Sementara itu, Xu Qi akan mengambil peran dalam pemasaran untuk mengelola strategi pemasaran dari kedua brand tersebut. Sebelumnya, Xu Qi menjabat sebagai kepala pemasaran global di Realme.
OPPO juga dilaporkan telah membentuk pusat pengembangan produk khusus yang akan fokus pada pasar domestik dan global. Realme dikenal dengan produk-produk value for money yang ditujukan untuk konsumen usia muda, sedangkan OnePlus menargetkan pengguna yang lebih premium.
Diferensiasi di Masa Depan
Meskipun belum jelas bagaimana kedua brand ini akan berbeda di masa mendatang, kemungkinan besar branding Realme dan OnePlus tetap dipertahankan. Meskipun demikian, adanya penggabungan ini memungkinkan kedua brand tersebut untuk berbagi sumber daya di belakang layar, termasuk pengembangan produk.
Realme menjadi perusahaan independen pada tahun 2018 setelah sebelumnya menjadi sub-brand dari OPPO, sementara OnePlus awalnya merupakan “startup internal” yang bergabung dengan OPPO pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan potensi adanya produk Realme-OnePlus di masa depan yang memiliki kemiripan satu sama lain.


