Mobil Hybrid Bekas Mulai Jadi Pilihan Tepat di Tengah Kenaikan Harga BBM
Jakarta, VIVA – Tren kendaraan ramah lingkungan mulai merambah pasar mobil bekas di Indonesia. Di tengah kenaikan harga BBM yang signifikan, mobil hybrid bekas kini menjadi opsi menarik dengan harga mulai dari Rp100 jutaan. Meskipun masih terbatas, ketersediaan mobil hybrid bekas menawarkan alternatif yang efisien dan ramah lingkungan bagi konsumen di tanah air.
Hyundai Ioniq 5 Menawarkan Jarak Tempuh Yang Luar Biasa
Salah satu mobil hybrid bekas yang mulai banyak diminati adalah Suzuki Ertiga Diesel Hybrid produksi 2017-2018. Dengan mesin diesel 1.3 liter yang didukung oleh sistem mild hybrid (SHVS), mobil ini mampu mencapai keunggulan dalam efisiensi bahan bakar dengan rata-rata lebih dari 20 km per liter dalam kondisi ideal.
Di sisi lain, mobil Toyota Prius generasi ketiga dan Toyota Camry Hybrid juga menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen yang memperhatikan efisiensi bahan bakar dan performa mesin. Konsumsi bahan bakar yang efisien dari mobil-mobil ini dapat membantu pengguna menghemat biaya operasional mereka, terutama setelah terjadinya lonjakan harga BBM di tanah air.
Kendaraan Lebih Efisien Menjadi Pilihan Utama di Masa Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM yang signifikan pada April 2026 telah mendorong konsumen untuk mencari alternatif kendaraan yang lebih hemat bahan bakar. Dengan harga BBM yang menembus angka Rp23 ribuan per liter untuk jenis diesel nonsubsidi, dan berkisar antara Rp12-13 ribuan per liter untuk bensin RON 92, mobil hybrid bekas menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi biaya operasional sehari-hari.
Selain memperhatikan kondisi baterai dan riwayat servis mobil hybrid bekas sebelum membeli, konsumen juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan tersebut. Ini penting untuk memastikan bahwa sistem hybrid masih berfungsi dengan optimal dan kendaraan siap digunakan dalam kondisi terbaik.


